Rabu, 13 April 2016

Alternatif Lahan Budi Daya Pakan Ternak

Tantangan terberat bagi para peternak kambing atau sapi adalah ketersediaan pakan yang cukup namun tidak terlalu banyak membutuhkan biaya. Bagi mereka yang mempunyai banyak modal untuk membeli pakan fermentasi atau konsentrat tidak begitu menjadi kendala. Demilkian pula bagi yang mempunyai lahan yang luas untuk budidaya tanaman pakan, mereka cukup tenang mengantisifasi perkembangan jumlah ternak yang pesat. Tetapi, bagi mereka yang modalnya pas-pasan dan lahannya sangat terbatas akan sangat susah untuk bertahan pada jumlah ternak tertentu, apalagi mau meningkatkan jumlah ternaknya. Maka, untuk mengantisipasi hal tersebut haruslah ada solusi yang jitu, aman, mudah, dan murah.

Seperti yang terlihat pada foto di atas, itu merupakan budi daya taman rumput gajah special kambing. Bisa dipastikan bahwa lahan yang ditanami itu jelas bukan tanah milik pribadi. Kalau diamati, milik siapakah lahan itu?

Nah, ini solusi yang saya tawarkan untuk mengatisipasi meningkatnya kebutuhan pakan ternak namun lahan yang kita miliki sangat terbatas. Kita tahu bahwa kebanyakan kegiatan peternakan   ini hanya sampingan dari kegiatan utama yaitu pertanian. Oleh karena itu ya maklum kalau lahan yang dipersiapkan untuk ternak sangat terbatas. Tidak mengapa, masih ada alternatif lain lahan yang aman, mudah, dan murah. Di manakah itu? 

Saya ambil contoh di wilayah Kecamatan Jati Kabupaten Blora, sebagian dari para peternak kita sangat kreatif memanfaatkan lahan yang dipandangnya mubadzir. Betapa tidak, tanah di sepanjang badan jalan raya yang melintas di persawahan hampir semua tidak termanfaatkan. Kebanyakan di sepanjang jalan itu yang tumbuh adalah semak belukar yang kurang bermanfaat dan tidak sedap untuk dipandang, kecuali pohon keras yang sengaja ditanam untuk penghijauan jalan. Nah, barangkali berawal dari situlah muncul daya imajinatif dari benak para peternak kita, gimana kalau tanah kosong di badan jalan ini saya tanami saja rumut gajah ya? Yah begitulah, awalnya hanya seorang yang mempunya ide seperti itu. Setelah yang satu sukses memanfaatkan badan jalan untuk lahan pakan ternak, maka peternak yang lainpun turut serta. Wah, akhirnya sampai sekarang ini banyak tanah badan jalan sepanjang jalan yang melintas di persawahan tampak menghijau rapi oleh rumput gajah. Yang penting tidak sampai mengganggu lalu lintas. Selamat mencoba!


Sabtu, 02 April 2016

Sistem Fermentasi Solusi Efektif Pemenuhan Kebutuhan Pakan Ternak

Para peternak kambing pada era seperti saat ini harus pandai memutar otak bagaimana cara mencukupi kebutuhan pakan ternaknya dengan tanpa menguras tenaga dan biaya. Sebab, kalau secara konvensional hanya mengandalkan ketersediaan bahan pakan dari tanaman di hutan bebas maupun usaha di perkebunan sendiri tampaknya kapasitasnya sangat terbatas. Faktor penyebab utamanya adalah ketersediaan lahan yang terbatas dan persaingan antar peternak untuk mendapatkan bahan pakan secara gratis di hutan bebas sangat ketat. Karena memang usaha ternak kambing pada saat ini sedang menjadi idola di masyarakat.

hqdefault

 Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut diburuhkan inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak secara melimpah, mudah dan murah serta kadar gizinya juga tidak mau kalah. Memang, tidak semua perternak dapat berinovasi menemukan cara yang efektif untuk mebuat pakan ternak alternatif.  Namun, ini adalah tuntutan yang ditempuh bagi para peternak agar secara bisnis usaha ternaknya dapat memberikan hasil yang melimpah. Jangan terus bilang, "Ini kan cuma samben.. ya.. sak entuke!". Sekalipun samben kalau hasilnya dapat melebihi pendapatan utama, siapa yang menolak?

Baiklah, sebagai solusi dalam permasalahan sedikit saya mau berbagai dengan sahabat peternak kambing mudah-mudahan yang sedikit ini dapat membantu. Solusi yang saya tawarkan adalah membuat pakan ternak dengan sistem fermentasi. Pembuatan pakan ternak dengan sistem fermentasi ini merupakan salah satu dari banyak cara untuk memaksimalkan hasil ternakbagi para peternak tradisional.

Kemudahan dari sistem fermentasi pembuatan pakan ternak ini adalah :
1. bahan baku tersedia secara melimpah dan murah, bahkan gratis 
2. dapat dikejakan sendiri sehingga menghemat biaya tenaga kerja
3. pakan dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak
4. pakan hasil fermentasi dapat disimpan dalam waktu relatif lebih lama
5. hemat waktu, tidak perlu ribet ke sana kemari pencari pakan lagi
6. tidak membutuhkan lahan luas untuk memproduksi
7. bahkan kalau pakan hasil fermentasi ini diproduksi secara partai besar, maka kelebihan dari kebutuhan sendiri dapat dijual kepeternak lain. Nah, sudah dapat uang kan?

Berikut ini saya paparkan cara membuat  pakan kambing sistem fermentasi dengan media jerami padi.
Bahan dan Ukuran :
  1. 1000 kg jerami padi yang sudah dikeringkan, kemudian dicacah panjang + 5 cm ,tujuan pencacahan jerami ini untuk memudahkan terjadinya proses fermentasi dan ketika nanti pakan fermentasi sudah siap diberikan ke kambing , ternak kambing akan mudah memakan dan mengunyahnya.
  2. 20-25 liter tetes atau molase, bila tidak ada dapat diganti dengan gula yang di larutkan
  3. 1 botol  probotik, salah satunya adalah SOC-HCS (Suplemen Organik Cair)
  4. 250-300 liter air, untuk melarutkan probiotik dan tetes
Peralatan :
  1. Tempat untuk menimbun jerami yang akan di fermentasi, dapat berupa bak  tembok semen, bis semen, drum atau terpal sesuai dengan kemampuan.
  2. Alat pemotong, sabit atau sejenisnya atau bisa menggunakan mesin pencacah jerami
  3. Ember atau timba, terpal plastik, atau karung plastik
Cara membuat :
  1. Sediakan tempat fermentasi, pastikan kondisinya aman tidak bocor
  2. Jerami kering yang telah disediakan di potong-potong dengan ukuran kurang lebih 5 cm
  3. Larutkan tetes serta probiotik SOC-HCS dengan air menjadi satu sesuai perbandingan bahan-bahan diatas
  4. Siapkan terpal plastik untuk alas mencampur antara  jerami dengan campuran tetes SOC-HCS dan air
  5. Jerami padi yang sudah di potong ditaruh di atas terpal sedikit demi sedikit sambil disiram larutan air tetes dan SOC-HCS sesuai perbandingan diatas sampai merata dan jerami menjadi basah
  6. Setelah jerami benar-benar telah disiram rata dengan larutan tersebut, jerami dimasukkan ke dalam wadah sedikit demi sedikit sambil dimampatkan atau di injak-injak supaya padat
  7. Setelah mampat (padat) wadah tutup hingga rapat betul , usahakan agar udara benar-benar kosong
  8. Diamkan fermentasi jerami hingga berlangsung selama 7 hari.
  9. Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat di mulai diberikan pada ternak kambing sesuai dengan kebutuhan. 
  10. Setiap selesai mengambil pakan dari tempat penyimpanan, wadah penyimpanan supaya ditutup rapat
  11. Penempatan pakan hasil fermentasi tersebut diupayakan agar terhindar dari genangan air, terik matahari dan air hujan pun tidak boleh masuk ke dalamnya.
Cara memberikan makan ternak :
  • Pakan hasil fermentasi diberikan dua kali sehari pagi dan sore dengan porsi setiap kali setiap kambing : 3%  x bobot kambing
  • Untuk meningkatkan gizi makanan perlu ditambah makan tambahan berupa katul halus (kualitas 1) sebanyak 0,5 kg/ekor
  • Infoformasi produk:
218902_3276a50a-31ae-11e4-9bbe-10a94908a8c2
Suplemen Organik Cair atau SOC HCS produk dari PT HCS, merupakan suplemen organik terbaik khusus untuk binatang ternak Anda. Dengan SOC, Anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan karena mampu mempercepat pertumbuhan ternak pedaging dan meningkatkan kesuburan ternak petelur.

Manfaat Penggunaan SOC HCS

  1. Membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda.
  2. Meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.
  3. Mengurangi angka kematian hewan ternak
  4. Memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak.
  5. Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging,
  6. Selain produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan hewan ternak.
  7. SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan
  8. Mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lain seperti kambing dan sapi.

Cara Penggunaan SOC HCS

JENIS TERNAK
TAKARAN
TEKNIK APLIKASI
Unggas (ayam, itik) 2,5 cc atau 1/4 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Kambing 5 cc atau 1/2 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Sapi 10 cc atau 1 tutup botol SOC + 16 liter air 2 x sehari